Need more information about our event: SMANDA BLAST ? Please visit and follow, subscribe and like to our media. For your information, event ini hanya untuk warga internal SMANDA dan alumni.
Halo! Bagaimana akhir pekan ini? Ada rencana berlibur? Atau tetap tinggal di rumah? Yang jelas aku harap kalian dalam keadaan sehat. Puisi ini kebanyakan dilatarbelakangi oleh kejadian yang aku alami sendiri. Ada yang saat kasmaran, kecewa, ditinggalkan, merindu. Semoga kalian terhibur! Senja Oleh Margaretta PD Setitik cahaya jingga itu menembus Bilik gelap diujung ruang Menyapa dibalik muram Selambu lusuh hanya terdiam Menesilik dalamnya hati Rindu atau murka ? Jawab mana yang akan datang Jika hatimu masih gundah Mematung diam atau melangkah Baik pun tetap pada tempat sama Jiwamu ingin mengembara Kemanakah ia kan pergi, jika.. Akhirnya mengerti Baru pun tak lagi sama Belum tentu baik didapat 21 Maret 2018 Malam Minggu Malam Oleh Margaretta PD Lampu temaram berdiam Menanti harapan pada kebisuan Mengais asa dalam tumpukan cita Mata itu berbicara Mulutmu membungkam Mengapa ? Hati ini bergejolak Denyutnya tak berirama Saling memandang tanpa Menyuarakan....
Sumber: dokumentasi pribadi “Ayo cepet! Keburu hujannya makin deras!” Tanpa bicara, Citra dengan cekatan meraih tangan Endra yang melangkah cepat di depannya. Setelah melewati beberapa kubangan, akhirnya mereka berhasil berdiri di bawah naungan atap toko kelontong. “Kayanya nggak jadi lagi deh ini ya?” mata Citra harap-harap cemas menatap Endra. Seolah memberi kode bahwa Endra harus tetap optimis agar semangat Citra tidak pupus. Endra melihat Citra sekilas kemudian melihat ke arah jam tangannya. “Dilihat aja dulu,” Siang tadi Citra merengek ketiga kalinya untuk photobox bersama Endra. Sudah dua kali ia meminta agar Endra datang tepat waktu saat kencan. Sayangnya si Endra selalu datang terlambat. Jangan salahkan jalanan kota yang macet, tapi sistem jadwal yang molor sudah mendarah daging dalam tubuh Endra. Hal itulah yang membuat mereka berdua gagal photobox dua kali. Sore itu, Citra sudah optimis kalau Endra bisa pulang kerja tepat waktu dan segera menjemputnya. Tap...
Halooo, sudah lama, nih, aku nggak update tentang puisi. Hehe. Malam ini lagi hujan, lagi mood banget buat unggah puisi-puisi di gawaiku (biar tidak sekadar jadi draft, xixi). Langsung aja ke puisinya.. Pertanyaan Bila jalan berakhir buntu Lalu mengapa gerbang indah yang kau suguh? 1 November 2020 Mimpi Tinggimu sepadan langit Raih bisa dengan tulang terberai gapai aku di dasar bumi Bertemu kita di ujung pagi. Berpijak tanah saling bertaut, berbincang gurai di akhir hari- sambil minum secangkir kopi. Ah.. Ternyata semua ini hanya mimpi. Hahahaha. 30 Oktober 2020 22.54 WIB Boleh Kusebut Kau 'Amin'? Kubiarkan pertemuan itu ada (lagi) Kubiarkan semua sempat jadi terbang Asal jangan yang satu ini. Kubiarkan semua romansa hanyut bersama air Asal jangan yang satu ini. Jutaan air yang jatuh dari pelupuk mata tak buatku jengah Kubiarkan pertemuan itu ada (lagi)! Kau jadikan aku tawanan Tak masalah, selama kamu yang menahan. Kubiarkan pertemuan itu ada (lagi)! Kubiarkan hatiku jatuh lag...
Komentar
Posting Komentar