Ketika Semua Orang Ingin Berhenti dan Meyakinkan Generasi Muda untuk Tidak Menjadi Guru: Karangan Reflektif
Kalau semua ingin berhenti menjadi guru? Lalu bagaimana masa depan mereka ? Kisah ini bermula ketika saya duduk di bangku SMP. Saat itu ada acara keluarga dan saya mulai terpikir cita-cita. Pertanyaan klise kumpul keluarga. Saya mengamati orang-orang dewasa di sekitar saya, maupun orang-orang yang saya lihat di dunia maya. Saya juga mencoba mengingat pelajaran dan nilai-nilai saya selama sekolah. Nilai-nilai yang saya anggap tinggi berada di pelajaran rumpun IPA dan bahasa. Tak lama kemudian, saya melihat sosok tante saya. Dia adalah seorang guru bahasa Indonesia sekaligus kepala salah satu SMA di Surabaya, penerima beasiswa S-2, sekaligus pegiat di Balai Bahasa. Keren! Saat itu, saya mulai mempertimbangkan bahasa sebagai pilihan saya, meski tentu menjadi dokter tidak akan terabaikan. Waktu berlalu, tiba saatnya saya memilih jurusan di SMA. Sayangnya, ketika saya masuk SMA, sudah tiada lagi jurusan IPA, yang ada MIPA: Matematika dan IPA. Oh no! I hate math, so bad . Beberapa hari sebel...