Halo! Pada postingan ini, saya mau membagikan pengalaman saya saat mengambil kartu tanda mahasiswa (KTM) di Unair. Jadi, KTM Unair tuh bentuknya KTM-ATM. Dengan kata lain, KTM tersebut bisa digunakan sebagai alat transaksi di mesin ATM. Lalu banknya? Banknya sesuai pembayaran uang kuliah pertama kita. Misalnya, saya saat membayar UKT dan UKA di bank BNI, jadi KTM saya ada di BNI cabang Unair. Lanjut, pengambilan KTM diawali dengan datang ke bank cabang Unair. Yang mana tuh? Googling saja "Bank *bla bla* cabang Unair". Fyi , BNI cabang Unair ada di Syariah Tower ( cmiiw ). Kemarin saat di BNI, ternyata pengambilan KTM menggunakan sistem waiting list . Mereka hanya melayani 30 mahasiswa per hari. Saat itu, mereka pinjam KTP asli untuk mengecek KTM sudah tercetak atau belum. Waktu itu aku datang hari Senin, lalu ditanyai "Di minggu ini, bisa ambil hari apa, Kak?" aku jawab hari Jumat. Pihak bank minta saya datang pukul 08.00 di hari Jumat. Saya izin ke kantor untuk ...
Kalau semua ingin berhenti menjadi guru? Lalu bagaimana masa depan mereka ? Kisah ini bermula ketika saya duduk di bangku SMP. Saat itu ada acara keluarga dan saya mulai terpikir cita-cita. Pertanyaan klise kumpul keluarga. Saya mengamati orang-orang dewasa di sekitar saya, maupun orang-orang yang saya lihat di dunia maya. Saya juga mencoba mengingat pelajaran dan nilai-nilai saya selama sekolah. Nilai-nilai yang saya anggap tinggi berada di pelajaran rumpun IPA dan bahasa. Tak lama kemudian, saya melihat sosok tante saya. Dia adalah seorang guru bahasa Indonesia sekaligus kepala salah satu SMA di Surabaya, penerima beasiswa S-2, sekaligus pegiat di Balai Bahasa. Keren! Saat itu, saya mulai mempertimbangkan bahasa sebagai pilihan saya, meski tentu menjadi dokter tidak akan terabaikan. Waktu berlalu, tiba saatnya saya memilih jurusan di SMA. Sayangnya, ketika saya masuk SMA, sudah tiada lagi jurusan IPA, yang ada MIPA: Matematika dan IPA. Oh no! I hate math, so bad . Beberapa hari sebel...
Halo semuanya. Apa kabar? Semoga kabar baik. Kali ini aku akan mengulas produk bayi yaitu Zwitsal Baby Cream. Krim ini digadang-gadang OKE sebagai pelembab karena ramah di kulit tipe apapun. Baiklah, jadi menurutku krim ini... Dokumentasi pribadi Produk ini merupakan salah satu mosturizer (pelembab) yang aku punya. Kenapa pilih produk bayi? karena produk bayi itu for all skin type . Eits , tapi jangan langsung terima informasi ini mentah-mentah, ya! Aku membeli produk ini karena tergiur melihat video tutorial make up for school . Tipe kulit aku kombinasi. Jadi di T zone itu berminyak, di pipi, dagu & dahi itu sensitif. Aku udah pake produk ini sekitar satu bulan, kurang lebih. Baunya enak, wangi seperti bau bayi (yaiyalah, namanya juga produk bayi). Tapi setelah aku rasakan lagi, ternyata produk ini tidak cocok di kulit wajah aku . Awal pemakaian langsung meresap tapi lama-lama jadi (super) oily, bahkan di seluruh wajah a...
Komentar
Posting Komentar